Peci punya Sejarah

2 May 2012


Peci, Kopiah, Songkok Aljabar

Peci telah dikenal sejak dahulu di Indonesia. Peci populer bagi masyarakat Melayu di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan selatan Thailand. Adapun beberapa macam sudut pandang mengenai asal sejarah peci, kopiah, songkok yang diungkapkan berbagai pihak dari macam daerah dan latar belakang.

Sudut pandang dari asal segi bentuk peci, yaitu: ada yang mengatakan dari modifikasi blangkon Jawa dengan surban Arab. Selain itu, di pihak lain peci, kopiah, songkok adalah modifikasi torbus Turki dengan peci India.

Konon ada yang berpendapat bahwasannya peci, kopiah, songkok menupakan rintisan dari Sunan Kalijaga. Pada mulanya beliau membuat mahkota khusus untuk Sultan Fatah yang diberi nama kuluk yang memiliki bantuk lebih sederhana daripada mahkota ayahnya, Raja terakhir Majapahit Brawijaya V. Kuluk ini mirip kopiah, hanya ukurannya lebih besar. Hal itu agar sesuai ajaran Islam yang egaliter. Raja dan rakyat sama kedudukannya di hadapan Allah SWT. Hanya ketakwaan yang membedakan.

Menurut cerita pihak lain, peci diperkenalkan para pedagang Arab, yang juga menyebarkan agama Islam. Pada saat yang sama, dikenal juga serban atau turban. Namun, serban dipakai oleh para cendekiawan Islam atau ulama. Menurut para ahli, sekitar abad ke-13, peci kopiah songkok menjadi pemandangan umum di Kepulauan Malaya. Tampaknya sudah dikenal di Giri, salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa. Saat Raja Ternate Zainal Abidin (1486-1500) belajar agama Islam di madrasah Giri, dan saat beliau kembali ke Ternate, beliau membawa peci, kopiah, songkok sebagai buah tangan. Peci, kopiah, songkok dari Giri dianggap magis dan sangat dihormati serta ditukar dengan rempah-rempah. Peci, kopiah, songkok kemudian menjadi penanda simbol seperti penutup kepala lainnya yang saat itu sudah dikenal seperti kain, turban, topi-topi Barat biasa, dan topi-topi resmi dengan bentuk khusus. Pemerintah kemudian berusaha mempengaruhi kostum lelaki di Jawa. Jean Gelman Taylor, yang meneliti interaksi antara kostum Jawa dan kostum Belanda periode 1800-1940, menemukan bahwa sejak pertengahan abad ke-19, pengaruh itu tercermin dalam pengadopsian bagian-bagian tertentu pakaian Barat. Pria-pria Jawa yang dekat dengan orang Belanda mulai memakai pakaian gaya Barat. Menariknya, blangkon atau peci, kopiah, songkok tak pernah lepas dari kepala mereka.

share


TAGS peci songkok kopiah peci gresik peci grosir online peci aljabar asal peci giri macam peci jenis peci


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post